Banner
Statistik
  Visitors : 135423 visitors
  Hits : 110179 hits
  Today : 99 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

hefriasra@gmail.com    

MOTIVASI UNTUK SISWA DALAM UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN)

Tanggal : 31-03-2012 12:11, dibaca 505 kali.


Dion Eprijum Ginanto*


    Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2012 tinggal hitungan hari lagi, seluruh siswa pada umumnya kelas VI SD, IX SMP dan XII SMA saat ini merasa khawatir pada keulusan mereka. Betapa tidak, perjuangan selama enam tahun (SD) dan tiga tahun (SMP dan SMA) hanya akan ditentukan dalam hitungan satu minggu. Tentu masing-masing mereka sangat tertekan kondisinya baik itu tertekan pada diri sendiri karena malu apabila mereka tidak lulus, tekanan dari orang tua yang merasa malu jika anaknya tidak lulus UAN, dan tekanan dari sekolah yang mengharuskan siswanya lulus karena jika tidak akan mengurangi reputasi sekolah.
    Siswa saat ini benar-benar tidak mempunyai waktu untuk bersenang-senang, atau sekedar untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Hal ini disebabakan, dari pagi mereka sekolah, sore mereka mengikuti les tambahan di sekolah setelah itu ikut bimbingan beajar lagi di tempat kursus/bimbel, kemudian malamnya mereka mengerjakan PR yang begitu seabreg. Saya sering sekali menemui siswa yang meminta tolong kepada saya untuk membantu mengerjakan PR, dan ternyata seorang guru tersebut membebani siswanya yang akan menghadapi UAN dengan mengharuskan mengerjakan tugas LKS 1 unit/bab LKS yang harus selesai dalam hitungan hari. Tentu tindakan guru seperti ini sangat tidak masuk akal, membebani siswa dengan begitu banyaknya tugas, sementara mereka juga harus mempersiapkan mental untuk menghadapi UAN.
    Kita pasti bisa membayangkan betapa tertekannya siswa kita saat ini. Mereka tidak lagi punya waktu untuk sekedar kumpul-kumpul untuk mengembangkan bakat misalnya seni dan hobi. Faktor-faktor ini disadari atau tidak dapat membuat siswa stress dan akhirnya mematikan rasa sosialisme dan solidaritas pada sesama.
    Perjuangan siswa bukan hanya selesai pada keberhasilan UAN saja. Selesai UAN siswa kelas 3 SMA harus berjibaku mati-matian untuk bertarung dengan siswa se-Indonesia untuk memeperebutkan kursi di kampus impian mereka. Siswa SD dan SLTP juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Dapat dikatakan bahwa untuk keluar dari sekolah asal susah dan untuk masuk ke jenjang berikutnya pun lebih susah.
    Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, yakinkah kita bahwa siswa-siswa saat ini mampu mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari? Karena ilmu yang mereka dapat selama ini cenderung untuk dipersiapkan dalam menghadapi UAN. Sedikit sekali siswa yang mendapat ilmu apikatif semacam lifeskill, speaking ability, puisi dan drama, penelitaian dan praktek aplikatif dll. Siswa saat ini hanya dibentuk dan diarahkan untuk mahir untuk menjawab soal UAN belaka. Untuk sekedar menguasai rumus-rumus praktis yang jumlahnya ratusan, siswa ditekan dan di paksa mati-matian untuk menghapal siang dan malam. Bayangkan saja di kota Jambi saat ini ada yang sekedar untuk ikut Bimbel mereka harus datang pukul 18.45 dan pulang pukul 22.00. bahkan mereka tidak sempat makan malam di rumah, yang terjadi adalah mereka mencuri-curi waktu untuk dapat memebeli sate, batagor atau makanan tidak sehat lainnya di sekitar tempat bimbel.
    Dari pengalaman saya saat ini, ketika mereka saya tanya soal kesiapan mereka mengahadapi UAN yang tinggal beberapa hari lagi mereka menjawab dengan dahi mengkerut, dan mayoritas mereka menjawab belum siap. Ditambah lagi ketika mereka mengikuti try out UAN dengan hasil sangat tidak memuaskan ’belum lulus’ tentu hasil try out ini sedikit banyak mematikan semangat dan motivasi siswa. Karena tidak semua siswa mempunyai karakter yang termotivasi ketika melihat kemampuanya rendah. Sebagai contoh siswa akan termotivasi untuk memperbaiki diri ketika mereka tahu bahwa mereka belum lulus. Namun, faktanya lebih banyak siswa yang patah semangat (down) ketika mereka melihat hasil try out yang menyatakan mereka belum lulus.
    Di tengah tekanan dan kondisi yang seperti saat ini, yang sangat dibutuhkan siswa adalah support dalam bentuk motivasi yang diberikan dari orang-orang terdekat; baik itu orang tua maupun guru. Motivasi sangatlah penting untuk kembali menghidupkan saraf-saraf siswa yang mulai melemah. Dan untuk membangkitkan semangat juang siswa yang mulai mengendur.
Motivasi
Ketika siswa tidak lagi mempunyai semangat untuk belajar ketika hasil try out UAN hasilnya selalu tidak memuaskan. Ketika siswa tidak kesulitan dalam menghapal materi atau rumus karena mereka juga terbebani dengan tugas-tugas yang menumpuk. Ketika siswa depresi karena tidak pernah sempat untuk meluangkan waktu bermain dan bercengkrama dengan teman atau keluarga. Maka obat yang sangat dibutuhkan siswa saat ini tidak lain adalah dorongan motivasi yang diharapakan dapat kembali menghidupkan api-api semangat yang mulai meredup.
    Motivasi adalah dorongan dan semangat yang timbul dalam diri individu yang disebabakan oleh adanya pengaruh positif yang datang dari dalam diri ataupaun dari luar. Motivasi dapat rimbul dari dalam diri sendiri, contohnya bagi beberapa siswa ada yang terstimulan dan terpicu untuk lulus UAN maka dengan semangat yang ia ciptakan sendiri ia mampu menyulut api semangat dalam dirinya untuk belajar demi mempersiapkan diri dalam menghadapi UAN. Namun ada juga siswa yang ridak mampu memotivasi dirinya sendiri sehingga butuh bantuan dari orang lain agar dirinya terdorong untuk menghidupkan motivasi dalam dirinya, inilah yang disebut motivasi dari luar.
    Motivasi yang paling efektif adalah motivasi dalam dari pribadi itu sendiri. Siswa yang bisa memotivasi dirinya biasanya mereka yang sudah mempunyai planning/prencanaan hidup yang jelas. Mereka sudah bisa menggambarkan langkah kehidupan mereka pasca dunia sekolah yang saat ini ia duduki. Kebanyakan siswa yang mampu menghidupkan motivasi intrinsik ini adalah mereka yang juara kelas. Model siswa yang seperti ini hanya butuh sedikit motivasi dan dorongan dari luar untuk terus menjaga semangat dalam dirinya. Namun, bagaimana dengan siswa yang belum mampu menghidupkan motivasi intrinsik mereka. Mereka inilah yang membutuhkan dorongan dari guru dan keluarga.
Motivasi dari Guru
    Guru adalah kunci kesuksesan siswa baik dalam memahami pelajaran atau untuk lulus dalam UAN. Ada beberapa yang bisa dilakukan oleh guru untuk dapat memberikan semangat bagi siswa:
1.    Memberikan pengertian bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah dilahirkan dalam bentuk yang sempurna, sehingga dengan kesempurnaan ini mereka akan dapat menggapai apa yang mereka inginkan apabila mereka mempunyai kemauan.
2.    Memberikan pengertian bahwa Sukses UAN adalah hak mereka, dan merekalah yang bisa meluluskan dirinya sendiri dalam UAN. Berikan pengertian bahwa 5,25 adalah nilai kecil yang biasa selalu mereka bisa dapat ketika latihan di dalam kelas.
3.    Memberikan contoh-contoh tentang kakak tingkat mereka yang selalau berhasil dalam UAN, dan berhasil masuk ke Perguran tinggi atau sekolah favorit. Serta menekankan kalau kakak tingkat mereka bisa, berarti mereka pun bisa.
4.    Mengakhiri kelas/pertemuan dengan mendokan mereka agar lulus UAN dan bisa masuk ke PT atau sekolah lanjutan favorit.
5.    Tidak lagi membebani siswa dengan PR dan tugas yang sebenarnya malah membebani dan mematikan semangat siswa. Guru hendaknya berperan sebagai teman dalam mengajar bukan pemberi beban dalam belajar.
6.    Mendisain pengajaran yang lebih menarik, menyenangkan dan terkesan tidak menggurui. Guru hendaknya terbuka untuk membimbing dalam memecahkan soa-soal yang menurut siswa susah.
7.    Jika perlu undang lembaga motivasi untuk datang ke sekolah, guna memberikan semangat dan membuka kembali fighting spirit bagi siswa.

InsyaAllah apabila guru memerankan diri sebagai partner belajar, terbuka dan bukan terkesan membebani, maka siswa akan kembali semangat untuk belajar. Dengan menyemangati siswa dengan kalimat ”KAMU PASTI BISA” tentu tidak berat untuk diucakan oleh guru.
Motivasi dari Orang Tua
Orang tua, terutama Ibu tentunya sangat berperan dalam membangkitkan semangat anak-anaknya. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah:
1.    Memberikan rasa nyaman kepada anak meraka di rumah, kurangi intensitas memarahi anak. Namun lebih kepada memberikan pengertian dan perhatian kepada mereka. 
2.    Tidak perlu banyak memberikan larangan kepada anaknya untuk, semisal mereka menonton TV atau refresing untuk sementara waktu. Karena mereka juga membutuhkan penyegaran setelah di sekolah mereka belajar dan di tempat les merekapun juga belajar. Namun tentunya orang tua harus dapat memantau agar anak tidak kebablasan.
3.    Berikan reward apabila anak berhasil lulus UAN dan atau mereka berhasil masuk perguruan tinggi favorit atau sekolah lanjutan favorit.
4.    Ajak anak untuk di hari Minggu ke tempat rekreasi, nonton bioskop bersama  atau sekedar jalan-jalan di mal. Karena kebersamaan keluarga dirasa sangat membantu siswa untuk sejenak meregangkan urat saraf mereka yang saat ini tegang.
5.    Berikan makanan yang bergizi kepada siswa, terutama susu agar siswa terjaga kesehatan dan kebugarannya. Karena tanpa disadari serapan energi terbesar adalah ketika siswa berfikir. Awasi kesehatan mereka, dan jika perlu antar jemput ke sekolah untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, karena ketika saat UAN mereka sakit itu merupakan hal yang sangat fatal.

Jika siwa telah termotivasi dari dalam, akan sangat mudah bagi mereka menghadapi soal-soal UAN. Tidak akan lagi ada siswa yang membawa HP di saat UAN dengan harapan guru memberikan bocoran kunci jawaban. Tidak akan ada lagi siswa yang di suruh datang pagi-pagi buta karena guru memberikan bocoran kunci jawaban. Dan tidak akan ada lagi soal yang bocor sebelum dikirimkan atau disebarkan. Yang ada adalah semangat dan kepercayaan diri siswa dalam mengerjakan soal UAN, sehingga hasil akhirnya adalah siswa Lulus UAN MURNI, tidak dinodai dengan bantuan-bantuan guru dalam memberikan kunci jawaban yang sebenarnya tindakan mereka termasuk dalam tindakan kriminal. Semoga UAN tahun 2012 ini siswa-siswi di Jambi dapat lulus UAN 100%, dan 100 % bisa mengerjakan soal secara murni dari diri mereka sendiri. Amin.

* Guru Bahasa Inggris SMANSA Bt.Hari





Pengirim : Dion Eprijum Ginanto


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas